Sabtu 5 Apr 2025

Notification

×
Sabtu, 5 Apr 2025

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Elephantopi Scaberis Folium (Daun Tapak Liman)

| November 17, 2023 WIB

 Elephantopi Scaberis Folium

(Daun Tapak Liman)


Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Elephantopus scaber L. Asteraceae. Herba Tapak Liman

 

Deskripsi Tanaman dan Simplisia

Tanaman: Elephantopus scaber L. merupakan tema tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10-80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun pada

percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3-9 cm, lebar 1-3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak,

warna ungu. Buah berupa buah longkah.

Simplisia: Elephantopi Scaberis Folium adalah daun tanaman Elephantopus scaber L., tidak berbau, mula-mula tidak berasa, lama kelamaan agak pahit. Daun tunggal, warna hijau tua sampai hijau kelabu, rapuh, bentuk jorong sampai bundar telur sungsang, ujung runcing, pangkal daun mengecil, panjang daun 5-25 cm, lebar 2-7 cm. Tepi daun tidak berlekuk atau berlekuk tidak beraturan, bergerigi tidak rata, permukaan daun berambut. Pada permukaan bawah, tulang daun lebih menonjol dari pada permukaan atas. Tangkai daun, panjang lebih kurang 2 cm, berbentuk seperti pelepah, bagian pangkal membungkus batang.

 

 

Habitat

Tumbuh liar di padang rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m dpi.

 

Sinonim

Asterocephalus cochinchinens Spreng., Scabiosa cochinchinensis Lour.

 

Nama Daerah

Sumatera: Tutup bumi. Jawa: Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda); Tampak liman, tapak liman, tapak tangan (Jawa); talpak tana (Madura).

 

Nama Asing

Pied d’elephant (Perancis) ku di dan (China), teng-khia-u (Taiwan)

 

 

Kandungan Kimia

Daun mengandung epifriedelinol, lupeol, stigmasterol, triakontan-1-ol, acetat, deoksielefantopin, isodeoksielefantopin.2)

 

 

dotria-kontan-l-ol,

 

 

lupeol

 

Efek Farmakologi

Ekstrak air dan etanol daun tapak liman yang diberikan secara oral pada tikus jantan galur Sprague

Dawley  yang  sebelumnya  telah  diinduksi  dengan  pepton  dan  asetosal  sebagai  pembanding menunjukkan penurunan suhu 1,9 °C.3)


Indikasi

Membantu meredakan demam

Kontra Indikasi Belum diketahui

Peringatan Belum diketahui

Efek yang Tidak Diinginkan Belum diketahui

Interaksi Belum diketahui

 

Toksisitas

Ekstrak air dan etanol (0,3-6 g/kg BB, i.p) menyebabkan geliat, kelemahan otot, dan kematian pada mencit.  Dosis  maksimum  pada  tikus  yang  dapat  ditoleransi  untuk  kedua  ekstrak  3  g/kg  BB,

sedangkan untuk deoksielefantopin 40 mg/kg BB. Pada pengujian toksisitas sub kronis ekstrak etanol

herba tapak liman dosis 42,22 mg/kg BB pada tikus putih betina galur Wistar tidak menunjukkan efek toksik.  Pada dosis  84,43  mg/kg BB  menunjukkan peningkatan aktivitas  enzim glutamat piruvat

transaminase secara bermakna.

 

Penyiapan dan Dosis

Sebanyak 2 helai daun tapak liman direbus dengan 110 mL air. Diminum 1 kali sehari 100 mL.7)

 

Penyimpanan

Disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kering.

 

 

Daftar Pustaka

1.        Anonim, 1978, Materia Medika Indonesia, Jilid II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 20-24.

2.        Avani K, dan Neeta S., 2005, AStudy of The Antimicrobial Activity of Elephantopus scaber.

Indian J Pharmacol. 37:126-127.

3.        Ida Putu Ayu Sri W., Elin Yulinah S., Maria Immaculata, 1997, Uji Efek Antipiretik Ekstrak Air dan Etanol Daun Elephantopus scaber L., Kulit Batang Alstonia scholaris R. Br. dan Alyxia reinwardtii BI. pada Tikus Jantan Galur Sprague Dawley, Skripsi, ITB, Bandung.

4.        Noventy Febrina, Elin Yulinah S., Endang Kumolosasi, 1997, Uji Toksisitas Sub Kronis Ekstrak Etanol  Kulit  Batang  Kayu  Rapat  {Paramerilaevigata  (Juss)  Moldenke,  Apocynaceae),  Batang Bratawali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook & Thoms, Menispermaceae), Herba Tapak Liman

{Elephantopus scaber L., Asteraceae) dan Kombinasinya dalam Sediaan Jamu, Skripsi, ITB, Bandung.

5.        Singh SD, Krishna V, Mankani KL, Manjunatha BK, Vidya SM, Manohara YN., 2005, Wound

Healing Activity of The Leaf Extracts and Deoxyelephantopin Isolated from Elephantopus scaber Linn. Indian J Pharmacol.37:238-242.

6.        Poli  A,  Nicolau M,  Simoes  CM,  Nicolau RM,  Zanin M.,  1992,  Preliminary  Pharmacologic

Evaluation  of  Crude  Whole  Plant  Extracts  of  Elephantopus  scaber.  Part  I:  In  Vivo  Studies.,  J Ethnopharmacol., 37(l):71-6.

7.        Soedibyo, Mooryati., 1997, Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaan, Balai Pustaka, Jakarta, 362.
×
Daftar Isi Update