Elephantopus scaber L. Asteraceae. Herba Tapak Liman
Deskripsi Tanaman dan Simplisia
Tanaman: Elephantopus scaber L. merupakan tema tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10-80 cm, batang kaku
berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun pada
percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3-9 cm, lebar 1-3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak,
warna
ungu. Buah berupa buah longkah.
Simplisia: Elephantopi Scaberis Folium adalah daun tanaman Elephantopus scaber L., tidak berbau, mula-mula tidak berasa, lama kelamaan agak pahit. Daun tunggal, warna hijau tua sampai hijau kelabu, rapuh, bentuk jorong sampai bundar telur
sungsang, ujung runcing, pangkal daun mengecil, panjang daun 5-25 cm, lebar 2-7 cm. Tepi daun tidak berlekuk atau berlekuk tidak beraturan, bergerigi tidak rata, permukaan daun berambut. Pada permukaan bawah, tulang daun lebih menonjol dari pada permukaan atas. Tangkai daun, panjang
lebih kurang 2 cm, berbentuk seperti pelepah, bagian pangkal membungkus batang.
Habitat
Tumbuh liar
di
padang rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m dpi.
Sinonim
Asterocephalus cochinchinens Spreng., Scabiosa
cochinchinensis Lour.
Nama Daerah
Sumatera: Tutup bumi. Jawa: Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda); Tampak liman, tapak
liman, tapak tangan (Jawa);
talpak tana
(Madura).
Nama
Asing Pied d’elephant (Perancis) ku di dan (China), teng-khia-u (Taiwan) |
|
|
Kandungan Kimia Daun mengandung epifriedelinol, lupeol, stigmasterol, triakontan-1-ol, acetat, deoksielefantopin, isodeoksielefantopin.2) |
dotria-kontan-l-ol, |
lupeol |
Efek Farmakologi
Ekstrak air dan etanol daun tapak liman yang diberikan secara oral pada tikus jantan galur Sprague
Dawley yang
sebelumnya telah
diinduksi
dengan pepton
dan asetosal
sebagai pembanding menunjukkan penurunan suhu 1,9 °C.3)
Indikasi
Membantu meredakan demam
Kontra Indikasi Belum diketahui
Peringatan Belum diketahui
Efek
yang
Tidak Diinginkan Belum diketahui
Interaksi Belum diketahui
Toksisitas
Ekstrak air dan etanol (0,3-6 g/kg BB, i.p) menyebabkan geliat, kelemahan otot, dan kematian pada
mencit.
Dosis
maksimum
pada
tikus
yang dapat ditoleransi
untuk
kedua
ekstrak 3 g/kg
BB,
sedangkan untuk deoksielefantopin 40 mg/kg BB. Pada pengujian toksisitas sub kronis ekstrak etanol
herba tapak liman dosis 42,22 mg/kg BB pada tikus putih betina galur
Wistar tidak menunjukkan efek
toksik. Pada dosis
84,43 mg/kg BB menunjukkan peningkatan
aktivitas enzim glutamat piruvat
transaminase secara bermakna.
Penyiapan dan Dosis
Sebanyak 2 helai daun tapak liman direbus dengan 110 mL air. Diminum 1 kali sehari 100 mL.7)
Penyimpanan
Disimpan dalam wadah tertutup rapat
dan
kering.
Daftar Pustaka
1. Anonim, 1978, Materia Medika Indonesia, Jilid
II, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, 20-24.
2. Avani K, dan Neeta S., 2005, AStudy of The Antimicrobial Activity of Elephantopus scaber.
Indian J Pharmacol. 37:126-127.
3. Ida Putu Ayu Sri W., Elin Yulinah S., Maria Immaculata, 1997, Uji Efek Antipiretik Ekstrak Air dan Etanol Daun Elephantopus scaber L., Kulit Batang
Alstonia scholaris R. Br. dan Alyxia reinwardtii BI. pada Tikus Jantan Galur
Sprague
Dawley, Skripsi, ITB, Bandung.
4. Noventy Febrina, Elin Yulinah S., Endang Kumolosasi, 1997, Uji Toksisitas Sub Kronis Ekstrak
Etanol Kulit
Batang
Kayu
Rapat
{Parameria laevigata
(Juss)
Moldenke,
Apocynaceae),
Batang Bratawali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook & Thoms, Menispermaceae), Herba Tapak Liman
{Elephantopus scaber L., Asteraceae) dan Kombinasinya dalam Sediaan Jamu, Skripsi, ITB, Bandung.
5. Singh SD, Krishna V, Mankani KL, Manjunatha BK, Vidya SM, Manohara YN., 2005, Wound
Healing Activity of The Leaf Extracts and Deoxyelephantopin Isolated from Elephantopus scaber Linn. Indian J Pharmacol.37:238-242.
6. Poli
A, Nicolau M, Simoes CM,
Nicolau RM,
Zanin M.,
1992,
Preliminary Pharmacologic
Evaluation
of Crude
Whole Plant
Extracts
of Elephantopus scaber. Part I:
In Vivo Studies.,
J
Ethnopharmacol., 37(l):71-6.