Jum'at 4 Apr 2025

Notification

×
Jum'at, 4 Apr 2025

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Allii Cepae Bulbus (Umbi Bawang Merah) Allium cepa L. Amaryllidaceae

| November 18, 2023 WIB

 

Allii Cepae Bulbus

(Umbi Bawang Merah)

Allium cepa L. Amaryllidaceae

 

 



Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Deskripsi Tanaman dan Simplisia

Tanaman: Allium cepa L. tumbuh berumpun, berumbi lapis, berakar serabut dengan daun berwarna hijau  panjang  berbentuk  silinder  yang  ujungnya  lancip  dan  berongga.  Bunga  berwarna  putih kemerah-merahan. Umbi bawang merah terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsinya, membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis. Umbi berwarna merah keunguan, berbau tajam.

 

Simplisia: Allii Cepae Bulbus adalah umbi lapis dari tanaman Allium cepa L. Warna ungu kemerahan, bau khas aromatik tajam, rasa agak pedas. Umbi lapis umumnya berbentuk bundar telur 2-5 siung menyatu di bagian pangkal, kadang-kadang seluruhnya masih diliputi beberapa selaput tipis, tiap siung berbentuk bundar telur dengan satu bidang tegak agak cekung, rata atau agak cembung, lebar

1,5-2,5 cm, permukaan luar umbi warna ungu. Di bagian pangkal kadang-kadang terdapat sisa akar serabut)

 

Habitat

Dibudidayakan di Jawa dan di Kalimantan.

 

Sinonim

Allium ascalonicum L., Cepa rotunda Dod., Allium porrum cepa Rehb., Allium esculentum Salisb.

 

Nama Daerah

Sumatera: Bawang abang mirah (Aceh); baramabang sirah, bawang suluh, bawang abang, dasun merah (Minangkabau); Jawa: Bawang beureum (Sunda); brambang, brambang abang, bawang timur

(Jawa); bhabang mera (Madura); jasun bang, jasun mirah (Bali); Sulawesi: Bawangi; Maluku: Bawa

roriha.


Nama Asing

Sibuyas tagalog (Filipina), hom (Thailand), onion, shallot, potato onion (Inggris).

 

Kandungan Kimia

Mengandung 89% air, 1,5% protein dan vitamin termasuk vitamin BI, B2 dan C serta kalium. Senyawa kimia bawang merah yaitu: aliin dan komponen sulfur termasuk allilaliin serta komponen

metil dan propil dari sistein sulfoksida, fruktosa (polisakarida, 10-40%), sakarosa dan gula lain, flavonoid (termasuk kuersetin-4-0-P-d-glukosida) dan steroid saponin.34>5)

 

Efek Farmakologi

Studi dari tahun 1965-1975 melaporkan efek antidiabetes pada kelinci Banyak penelitian terkini yang melaporkan  efek  antidibetes  dari  bawang  merah.  Senyawa  kimia  yang  diperkirakan  memiliki

kontribusi pada aktivitas antidiabetes adalah asam amino metil sistein sulfoksida. Senyawa ini dapat mengontrol glukosa darah pada kelinci dan efeknya sebanding dengan insulin.5) Dekokta dari umbi segar, diberikan secara intragastrik pada tikus dengan dosis 0,5 mL/tikus, memiliki aktivitas antihiperglikemia. Ekstrak etanol 95% umbi segar, pada dosis 250 mg/kg BB, memiliki aktivitas

antihiperglikemia pada kelinci yang diinduksi diabetes oleh alloksan dan terjadi penurunan gula darah sebesar  18,57%  setelah  2 jam  perlakuan.65  Uji  Klinik  Umbi  segar  dosis  50  gram/orang  yang diberikan secara oral pada pasien diabetes menunjukkan aktivitas antidiabetes dengan penurunan

gula darah sebesar 30-50%.6)

 

Indikasi

Membantu meringankan kencing manis

Kontraindikasi Belum diketahui

Peringatan Belum diketahui

Efek yang Tidak Diinginkan Belum diketahui

Interaksi Belum diketahui

Toksisitas Belum diketahui

 

Penyiapan dan Dosis

Dosis harian: 50 g umbi segar atau 20 g ekstrak kering.

 

Ramuan untuk diabetes: Umbi bawang merah (dirajang) sebanyak 4  g, buah buncis (dirajang) sebanyak 15 g dan daun salam (dirajang) sebanyak 10 helai. Kemudian rebus dengan 120 mL air sampai air tersisa 100 mL. Saring dan dinginkan. Minum 1 kali sehari 100 mL.

Diulang selama 14 hari.

 

Penyimpanan

Disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kering.

 

Daftar Pustaka

1.        Anonim,  1995,  Materia  Medika  Indonesia,  Jilid  VI,  Departemen  Kesehatan  Republik

Indonesia, Jakarta, 15-19.

2.        Kasahara S. and S. Hemmi, (Eds.), 1995, Medicinal Herb Index in Indonesia, Second Edition, PT. Eisai Indonesia, Jakarta, 284.

3.        Anonim, 1999, WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 1, World Health

Organization, Geneva, 5-15.

4.        Gruenwald,  Joerg., Brendler, Thomas., Jaenicke,  Christof.  (Eds.),  2004,  PDR  for Herbal

Medicines, Third Edition, Medical Economics Company, New Jersey, 606-608,

5.        DerMarderosin, Ara., Beutler, John A. (Eds.), 2005, The Review of Natural Product, 4th

Edition, Fact & Comparison, Missouri, 842-845.

6.        Ross, Ivan A., 2001, Medicinal Plants ofThe World, Chemical Constituent, Traditional and

Modern Medicinal Uses, Volume 2, Humana Press Inc., New Jersey, 1-35.

7.        Soedibyo, Mooryati., 1997, Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaan, Balai Pustaka, Jakarta, 72. Direktorat Obat Asli Indonesia

×
Daftar Isi Update