Deskripsi Tanaman dan Simplisia
Tanaman: Allium cepa L. tumbuh
berumpun, berumbi lapis, berakar serabut dengan daun berwarna
hijau panjang berbentuk silinder yang
ujungnya lancip
dan
berongga.
Bunga berwarna putih
kemerah-merahan. Umbi bawang merah
terbentuk dari pangkal daun
yang
bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsinya, membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis. Umbi berwarna
merah keunguan, berbau tajam.
Simplisia: Allii Cepae
Bulbus adalah umbi lapis dari tanaman Allium cepa L. Warna ungu kemerahan, bau khas aromatik tajam, rasa agak pedas. Umbi lapis umumnya berbentuk bundar telur 2-5 siung menyatu di bagian pangkal, kadang-kadang seluruhnya masih diliputi beberapa selaput tipis, tiap
siung berbentuk bundar telur dengan satu bidang tegak agak cekung, rata atau agak cembung, lebar
1,5-2,5 cm, permukaan luar umbi warna ungu. Di bagian pangkal kadang-kadang terdapat sisa akar
serabut)
Habitat
Dibudidayakan di Jawa dan di Kalimantan.
Sinonim
Allium
ascalonicum L., Cepa rotunda Dod., Allium porrum cepa
Rehb., Allium esculentum Salisb.
Nama Daerah
Sumatera: Bawang abang mirah (Aceh); baramabang sirah, bawang suluh, bawang abang, dasun
merah (Minangkabau); Jawa: Bawang beureum (Sunda); brambang, brambang abang, bawang timur
(Jawa); bhabang mera (Madura); jasun bang, jasun mirah (Bali); Sulawesi: Bawangi; Maluku: Bawa
roriha.
Nama Asing
Sibuyas tagalog (Filipina), hom (Thailand), onion, shallot, potato onion (Inggris).
Kandungan Kimia
Mengandung 89% air, 1,5% protein dan vitamin termasuk vitamin BI, B2 dan C serta kalium. Senyawa kimia bawang merah yaitu: aliin dan komponen sulfur termasuk allilaliin serta komponen
metil dan propil dari sistein sulfoksida, fruktosa (polisakarida, 10-40%), sakarosa dan gula lain, flavonoid
(termasuk kuersetin-4’-0-P-d-glukosida) dan steroid saponin.3’4>5)
Efek Farmakologi
Studi dari tahun 1965-1975 melaporkan efek antidiabetes pada kelinci Banyak penelitian terkini yang
melaporkan
efek antidibetes dari bawang
merah. Senyawa
kimia yang
diperkirakan memiliki
kontribusi pada aktivitas antidiabetes adalah
asam
amino metil sistein sulfoksida. Senyawa ini dapat mengontrol glukosa darah pada kelinci dan efeknya sebanding dengan
insulin.5) Dekokta dari umbi segar, diberikan secara intragastrik pada tikus dengan dosis 0,5 mL/tikus, memiliki aktivitas
antihiperglikemia. Ekstrak etanol 95% umbi segar, pada dosis 250 mg/kg BB, memiliki aktivitas
antihiperglikemia pada kelinci yang diinduksi diabetes oleh alloksan dan terjadi penurunan gula darah
sebesar
18,57% setelah
2 jam
perlakuan.65 Uji Klinik Umbi
segar dosis 50 gram/orang yang
diberikan secara oral pada pasien diabetes menunjukkan aktivitas antidiabetes dengan penurunan
gula
darah sebesar 30-50%.6)
Indikasi
Membantu meringankan kencing manis
Kontraindikasi Belum diketahui
Peringatan Belum diketahui
Efek
yang
Tidak Diinginkan Belum diketahui
Interaksi Belum diketahui
Toksisitas Belum diketahui
Penyiapan dan Dosis
Dosis harian:
50 g umbi segar atau 20 g ekstrak kering.
Ramuan untuk diabetes: Umbi bawang merah (dirajang) sebanyak 4 g, buah buncis (dirajang) sebanyak 15 g dan daun salam (dirajang) sebanyak
10 helai. Kemudian rebus dengan 120 mL air
sampai air
tersisa
100 mL. Saring dan dinginkan. Minum 1 kali sehari 100 mL.
Diulang selama
14 hari.
Penyimpanan
Disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kering.
Daftar Pustaka
1. Anonim, 1995,
Materia Medika Indonesia,
Jilid VI, Departemen Kesehatan
Republik
Indonesia, Jakarta, 15-19.
2. Kasahara S. and S. Hemmi, (Eds.), 1995, Medicinal Herb Index in Indonesia, Second Edition, PT. Eisai Indonesia, Jakarta, 284.
3. Anonim, 1999, WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, Volume 1, World Health
Organization, Geneva, 5-15.
4. Gruenwald, Joerg., Brendler, Thomas., Jaenicke, Christof.
(Eds.), 2004,
PDR for Herbal
Medicines, Third Edition, Medical Economics Company, New Jersey, 606-608,
5. DerMarderosin, Ara., Beutler, John A. (Eds.), 2005, The Review of Natural Product, 4th
Edition, Fact
& Comparison, Missouri, 842-845.
6. Ross, Ivan A., 2001, Medicinal Plants ofThe World, Chemical Constituent, Traditional and
Modern Medicinal Uses, Volume 2, Humana
Press Inc., New Jersey, 1-35.
7. Soedibyo, Mooryati., 1997, Alam Sumber Kesehatan, Manfaat dan Kegunaan, Balai Pustaka,
Jakarta, 72. Direktorat
Obat
Asli Indonesia